TNGNEWS.ID – Abdul Kadir Karding resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) periode mendatang dalam Musyawarah Nasional (Munas) PB Perbasasi 2026 yang digelar di Hotel Episode Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (31/8/2026).
Karding menjadi calon tunggal untuk menggantikan Ketum sebelumnya Andhika Monoarfa setelah seluruh pengurus provinsi (pengprov) dan peserta Munas menyepakati pencalonannya untuk memimpin organisasi yang menaungi cabang olahraga baseball dan softball di Indonesia tersebut.
Usai ditetapkan sebagai ketua umum terpilih, Karding menyatakan siap menerima amanah tersebut dan berkomitmen membangun Perbasasi menjadi organisasi yang lebih kuat, solid, inklusif, serta memiliki sistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet berprestasi hingga level dunia.
Baginya, terpilihnya sebagai ketua umum bukan sekadar mandat organisasi, tetapi menjadi tanggung jawab untuk membawa baseball dan softball Indonesia berkembang lebih luas dan memiliki daya saing di tingkat internasional.
Ia mengatakan, kepengurusan ke depan akan fokus membangun ekosistem baseball dan softball Indonesia secara menyeluruh. Menurutnya, penguatan organisasi tidak cukup hanya dilakukan dari sisi prestasi atlet, tetapi juga harus dibarengi pembenahan tata kelola, pembinaan, kaderisasi, kompetisi hingga pengembangan sumber daya manusia.
“Insyaallah ke depan bersama tim dan teman-teman pengurus daerah, kita akan membangun organisasi Perbasasi yang kuat, solid, juga inklusif, dengan membangun ekosistem baseball dan softball yang kuat menuju prestasi dunia,” katanya.
Benahi Tata Kelola dan Sistem Pembinaan
Karding menempatkan pembenahan tata kelola organisasi sebagai salah satu prioritas awal kepemimpinannya.
Ia menilai organisasi yang kuat membutuhkan sistem pengelolaan yang profesional, transparan dan mampu mengintegrasikan seluruh potensi Perbasasi dari tingkat pusat hingga daerah.
“Yang pertama tentu kita akan melakukan perbaikan-perbaikan di sisi pengelolaan tata kelola organisasi. Yang kedua, sistem pembinaannya juga harus terus kita perbaiki,” ucapnya.
Selain tata kelola, sistem kaderisasi atlet juga akan menjadi perhatian serius. Karding menginginkan proses pembinaan dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan, mulai dari usia dini, pelajar, junior, elite hingga atlet nasional.
Menurutnya, kesinambungan pembinaan tersebut harus diperkuat dengan kompetisi yang lebih rutin sehingga atlet memiliki pengalaman bertanding yang cukup sejak usia muda.
“Mulai dari usia dini, pelajar, junior, elite sampai atlet nasional harus berjenjang. Kompetisi juga harus sering dilakukan, baik di daerah maupun nasional,” ujarnya.
Tidak hanya kompetisi domestik, Perbasasi juga akan didorong lebih aktif mengikuti berbagai kejuaraan di tingkat Asia Tenggara dan Asia.
Bahkan, Karding memasukkan Olimpiade sebagai bagian dari mimpi besar yang ingin diwujudkan bersama dalam pengembangan baseball dan softball Indonesia.
Ingin Baseball dan Softball Jadi Olahraga Masyarakat
Karding juga memiliki target agar baseball dan softball tidak hanya dikenal sebagai olahraga prestasi, tetapi berkembang menjadi olahraga yang semakin dekat dengan masyarakat.
Untuk memperluas basis olahraga tersebut, ia akan mendorong kerja sama dengan berbagai pihak, terutama dunia pendidikan, klub olahraga dan pemangku kepentingan lainnya.
“Saya akan mengusahakan agar baseball dan softball ini dikenal, digemari, dan dicintai oleh masyarakat,” katanya.
Menurut Karding, lingkungan sekolah menjadi salah satu pintu penting untuk memperkenalkan baseball dan softball sejak usia dini.
Karena itu, kerja sama dengan pihak pendidikan akan diperkuat agar kedua cabang olahraga tersebut memiliki basis pembinaan yang lebih luas.

