TNGNEWS.ID – Sebanyak 707.771 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang untuk sementara tidak menerima distribusi makanan bergizi selama masa libur sekolah. Penghentian layanan tersebut menyusul diliburkannya seluruh 305 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang beroperasi di wilayah Kabupaten Tangerang.
Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi pada Periode Hari Libur dalam Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki, mengatakan penghentian sementara operasional dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian pelaksanaan program selama masa libur sekolah.
“Semua SPPG diliburkan. Dalam rangka meningkatkan efektivitas, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan anggaran program MBG. Sesuai SE Nomor 12 Tahun 2026,” ujar Priyo, Senin (22/6/2026).
Menurut Priyo, selama periode tersebut seluruh layanan MBG dihentikan, baik untuk peserta didik maupun kelompok penerima manfaat lainnya.
Data BGN Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 608.281 peserta didik menjadi penerima manfaat program tersebut. Selain itu, terdapat 99.490 penerima manfaat non-peserta didik yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dengan demikian, total penerima manfaat yang terdampak penghentian sementara layanan MBG mencapai 707.771 orang.
“Semua dihentikan, ada sekitar 707.771 penerima manfaat,” kata Priyo.
Ia menegaskan, penghentian operasional tidak hanya berlaku pada distribusi makanan kepada siswa sekolah yang sedang memasuki masa libur, tetapi juga kepada seluruh kelompok penerima manfaat yang selama ini tercatat dalam program MBG.
“”Selama periode penghentian sementara itu, seluruh layanan distribusi MBG baik kepada peserta didik maupun kelompok non-peserta didik juga ikut dihentikan,” ujarnya.
Sebagai informasi, Kabupaten Tangerang menjadi salah satu daerah dengan cakupan program MBG yang cukup besar. Sebanyak 305 dapur MBG yang tersebar di berbagai wilayah selama ini melayani ratusan ribu penerima manfaat setiap hari.
Meski operasional dihentikan sementara, BGN menyebut kebijakan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan ketentuan yang diatur dalam surat edaran selama periode hari libur.
Operasional SPPG akan kembali berjalan setelah masa penyesuaian berakhir sesuai ketentuan yang berlaku.

