TNGNEWS.ID – Akses jalan di Gang Kemulyaan, RT 004 RW 002, Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, kembali ditutup akibat sengketa lahan yang berkepanjangan. Penutupan dilakukan menggunakan tumpukan batu kali dan material cor yang dipasang melintang di badan jalan, sehingga menghalangi akses kendaraan yang biasa melintas.
Pantauan di lokasi, Selasa (23/6/2026), tumpukan batu dan puing beton menutup sebagian besar ruas jalan. Sebuah papan berukuran besar bertuliskan ‘Tanah Ini Milik Ahli Waris H. Nisan’ juga dipasang tepat di area yang ditutup.
Akibatnya, kendaraan roda empat kesulitan untjk dapat melintas, sementara pengendara sepeda motor masih bisa melalui celah untuk melewati lokasi tersebut.
Bagi warga sekitar, pemandangan itu bukan hal baru. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penutupan jalan akibat sengketa lahan ini sudah terjadi delapan kali.
Ketua RW 004 Kelurahan Cipondoh, Nurdin, mengatakan warga kembali menjadi pihak yang paling dirugikan setiap kali akses jalan ditutup.
“Anak sekolah terlambat, ambulans susah masuk, dan urusan dagang terhambat. Semua karena ego segelintir pihak yang merasa jalan umum ini milik pribadi,” kata Nurdin.
Menurutnya, jalan tersebut selama bertahun-tahun digunakan warga sebagai akses utama keluar masuk lingkungan. Karena itu, setiap kali jalan ditutup, aktivitas masyarakat langsung terganggu.
Selain warga, pelaku usaha yang berada di sekitar lokasi juga terdampak. Akses kendaraan menjadi terbatas sehingga menghambat mobilitas barang maupun pelanggan yang hendak masuk ke kawasan tersebut.
Berulangnya penutupan jalan itu memicu kritik terhadap penanganan pemerintah daerah. Direktur Tangerang Public Service (TPS), Ryan Erlangga, menilai pemerintah tidak boleh membiarkan konflik tersebut terus mengorbankan kepentingan masyarakat.
“Ini bukan sekadar penutupan jalan, melainkan perampasan ruang publik secara terang-terangan. Satpol PP Kota Tangerang seolah tidak punya taring. Perda dan aturan ada, tetapi keberanian menegakkannya nol. Kalau gini kan kita lihat kesannya Satpol PP mandul,” ujar Ryan.
Ia meminta Pemerintah Kota Tangerang segera mengambil langkah tegas mengingat kejadian serupa terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas.
“Kalau kejadian penutupan jalan ini baru pertama kali, silakan dilakukan kajian. Ini udah sekian kali dan masih dikaji-kaji. Makin terlihat tidak jelas Satpol PP. Ingat, kepentingan umum lebih penting daripada kepentingan pribadi,” tegasnya.

