TNGNEWS.ID – Kebakaran yang masih terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, mulai berdampak pada pelayanan pengangkutan sampah di Kabupaten Tangerang. Sejumlah warga mengeluhkan sampah rumah tangga yang belum diangkut sesuai jadwal karena aktivitas pembuangan di TPA belum berjalan normal.
Salah satu keluhan datang dari Pujianto, warga Perumahan Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis. Ia mengatakan sampah di lingkungannya sudah menumpuk selama dua hari lantaran belum diangkut petugas.
“Sudah dua hari ini sampah enggak diangkut. Padahal biasanya hari Selasa atau Rabu itu jadwal rutin pengangkutan,” kata Pujianto, Kamis (2/7/2026).
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang mengakui kebakaran di TPA Jatiwaringin berdampak pada proses pengelolaan sampah.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) DLHK Kabupaten Tangerang, Hari Mahardika, mengatakan kapasitas area pembuangan sementara berkurang karena sebagian lokasi masih terdampak kebakaran.
“Sedikit banyak terganggu karena area buangan terbatas. Tadinya kita punya sekitar tiga hektare, sekarang hanya sisi kanan saja yang bisa digunakan untuk pembongkaran. Alat berat juga fokus untuk penanganan pemadaman api,” ujar Hari saat dikonfirmasi wartawan.
Menurut Hari, armada pengangkut sampah tetap beroperasi seperti biasa. Namun, waktu tempuh menjadi lebih lama karena seluruh truk harus mengantre di satu titik pembongkaran yang masih dapat digunakan.
Setiap harinya, TPA Jatiwaringin menerima sekitar 1.200 hingga 1.300 ton sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang.
Dengan kapasitas pembuangan yang terbatas, proses bongkar muat tidak dapat dilakukan secepat kondisi normal.
Untuk menjaga pelayanan tetap berjalan, DLHK menerapkan prosedur operasional sementara dengan memusatkan aktivitas pembuangan di sisi barat TPA.
“Kami sudah siapkan SOP baru untuk lokasi pembuangan di sisi sebelah barat. Cuma memang prosesnya lebih lambat karena semuanya terfokus di satu titik,” kata Hari.
Sementara itu, upaya pemadaman kebakaran masih terus dilakukan oleh petugas gabungan. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan status tanggap darurat dan mengajukan bantuan helikopter water bombing kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat proses pemadaman.
DLHK mengimbau masyarakat tetap bersabar selama proses penanganan berlangsung. Pemerintah daerah memastikan pelayanan pengangkutan sampah akan terus dilakukan meski dengan waktu operasional yang lebih lama akibat kondisi darurat di TPA Jatiwaringin.

