TNGNEWS.ID – Persoalan infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan kualitas pendidikan di Tangerang Raya akan dikritisi Badan Komunikasi Rakyat (BKR) 2026, yang digelar mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang, Rabu (8/7/2026).
Gelaran BKR tersebut dirancang sebagai ruang penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah dengan konsep berbeda. Kritik akan disampaikan melalui puisi satire, dialog, hingga pertunjukan stand up comedy yang melibatkan komika dari Tangerang Raya.
Ketua Pelaksana BKR 2026, Syahdan Maulana, mengatakan konsep tersebut dipilih agar penyampaian aspirasi tidak terkesan kaku dan lebih mudah diterima oleh semua pihak.
“Acara ini kami kemas sebagai hiburan supaya tidak kaku. Karena itu kami menginisiasi teman-teman komika untuk menyampaikan pesan melalui candaan dan tawa, sehingga aspirasi masyarakat bisa diterima dengan lebih nyaman,” kata Syahdan saat konferensi pers, Senin (6/7/2026).
Ia menegaskan, humor bukan untuk mengurangi bobot kritik, melainkan menjadi cara agar dialog antara masyarakat dan pemerintah dapat berlangsung lebih terbuka.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kritik tidak selalu harus disampaikan dengan cara yang keras. Melalui humor, substansi persoalan tetap tersampaikan, tetapi suasana dialog menjadi lebih cair,” ujarnya.
Menurut Syahdan, terdapat tiga isu utama yang akan dibahas dalam forum tersebut, yakni infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Ketiga sektor itu dipilih karena masih menjadi persoalan yang banyak dikeluhkan masyarakat.
“Target kami ada tiga tema besar, yaitu infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Kami ingin membahas kondisi jalan, pelayanan rumah sakit, hingga kualitas pendidikan yang ada di Banten dan Tangerang Raya,” katanya.
Panitia telah mengundang jajaran Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk hadir dalam sesi dialog.
Pemerintah diharapkan memberikan tanggapan langsung terhadap berbagai kritik dan masukan yang disampaikan masyarakat. Syahdan memastikan seluruh rangkaian acara telah dipersiapkan sejak jauh hari agar forum berjalan sesuai rencana.
“Alhamdulillah persiapan berjalan lancar. Mulai dari penyusunan panitia sampai seluruh kebutuhan produksi sejak pra-acara sudah kami siapkan. Insyaallah pada hari pelaksanaan nanti acara bisa berjalan maksimal karena semuanya sudah dipersiapkan dengan matang,” ungkapnya.
Selain menjadi ruang penyampaian aspirasi, kegiatan itu juga diharapkan memberi dampak bagi lingkungan kampus.
Pemilihan Nesto Social sebagai lokasi acara sekaligus menjadi upaya memperkenalkan fasilitas baru UNIS dan mendorong aktivitas pelaku UMKM di kawasan tersebut.
“Kami memilih lokasi di kantin UNIS karena tempatnya masih baru. Sekaligus kami ingin memperkenalkan fasilitas tersebut dan ikut memberdayakan para pelaku UMKM yang ada di lingkungan kampus,” ucap Syahdan.
Ia menambahkan, forum tersebut terbuka bagi masyarakat yang ingin menyampaikan kritik maupun masukan. Seluruh aspirasi yang masuk akan dihimpun menjadi Catatan Aspirasi Publik untuk disampaikan kepada pemerintah daerah.
“Harapan kami seluruh aspirasi masyarakat Tangerang benar-benar didengar oleh pemerintah. Lebih dari itu, aspirasi tersebut dapat diupayakan penyelesaiannya sehingga pelayanan publik dan pembangunan di Tangerang Raya maupun Banten bisa menjadi lebih baik,” tutupnya.

