TNGNEWS.ID – Wali Kota Tangerang Sachrudin mengenang Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam sebagai sosok yang tak hanya menjadi mitra kerja, tetapi juga sahabat yang selama ini menemani berbagai pembahasan penting mengenai pembangunan daerah. Kepergian Rusdi pada Minggu (19/7/2026) meninggalkan duka mendalam, terlebih karena beberapa jam sebelum wafat, keduanya masih sempat berbincang.
Sachrudin mengaku tidak memiliki firasat apa pun saat bertemu dengan almarhum. Percakapan terakhir mereka justru diisi pembahasan mengenai Kota Tangerang dan upaya menyiapkan generasi muda untuk melanjutkan pembangunan.
“Terakhir, beberapa jam sebelum dia meninggal, memang kita juga sempat ketemu, bercerita. Berbicara tentang kota ini, masyarakat, dalam rangka pengkaderan generasi muda di Kota Tangerang. Ini yang sangat berkesan bagi saya,” ujar Sachrudin.
Baginya, Rusdi adalah sosok yang sederhana dan rendah hati. Meski menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Tangerang, almarhum tidak pernah menempatkan jabatan sebagai sekat dalam membangun komunikasi.
“Hari ini kita kehilangan putra terbaik Kota Tangerang, kader terbaik, yaitu Pak H. Rusdi Alam bin H. Rahmat, Ketua DPRD Kota Tangerang. Bagi saya, beliau orang yang bersahaja, yang rendah hati, dan komitmen membangun Kota Tangerangnya begitu tinggi. Karena beliau ini teman, sahabat, teman saya berdiskusi untuk memecahkan persoalan-persoalan, masalah pembangunan untuk masyarakat Kota Tangerang,” katanya.
Di mata Sachrudin, Rusdi juga dikenal sebagai pribadi yang mampu meredam berbagai persoalan dengan kepala dingin. Perbedaan pandangan yang muncul dalam dinamika pemerintahan tidak pernah disikapi dengan emosi, melainkan melalui dialog dan musyawarah.
“Beliau orang yang rendah hati. Tidak pernah temperamennya. Dia selalu adem mengatasi persoalan-persoalan,” tuturnya.
Kabar wafatnya Rusdi datang begitu tiba-tiba. Sachrudin mengaku tidak melihat tanda-tanda apa pun saat pertemuan terakhir mereka.
“Terakhir kan beberapa jam sebelum dia meninggal tidak ada tanda-tanda. Nah, itulah usia,” ucapnya.
Menurut Sachrudin, dedikasi Rusdi tidak hanya terlihat dalam tugasnya sebagai Ketua DPRD maupun kader Partai Golkar.
Almarhum juga aktif membina organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, kegiatan sosial, hingga organisasi keagamaan.
“Ya luar biasa loyalitasnya, dedikasinya. Bukan hanya kepada partai karena dia memang tokoh politik, tapi perhatiannya kepada generasi muda, organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, dan memang dia juga terlibat di dalamnya, organisasi sosial, bahkan organisasi keagamaan yang terus mendorong semangat perjuangan buat membangun kota ini, buat masyarakat Kota Tangerang,” ungkapnya.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Pemerintah Kota Tangerang menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang di lingkungan pemerintah.
Menutup keterangannya, Sachrudin mengajak seluruh masyarakat mendoakan almarhum. Ia berharap segala pengabdian dan kebaikan Rusdi semasa hidup menjadi amal ibadah yang mengantarkannya ke tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Beliau sudah tidak ada, meninggalkan kita. Tapi mudah-mudahan kebaikannya terus ada di hati kita untuk membangkitkan semangat membangun diri, keluarga, maupun masyarakat Kota Tangerang. Kita doakan beliau meninggal dalam keadaan husnul khotimah, diampuni dosa-dosanya, diterima segala amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, serta keikhlasan,” tutup Sachrudin.

