TNGNEWS.ID – Kebakaran kembali melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Selasa (30/6/2026). Kobaran api yang membakar gunungan sampah menyebabkan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari sejumlah wilayah di sekitar lokasi. Hingga Selasa petang, petugas gabungan masih berupaya memadamkan api yang belum sepenuhnya dapat dikendalikan.
Pemerintah Kabupaten Tangerang mengerahkan puluhan personel gabungan beserta sembilan unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani peristiwa tersebut. Luas area yang terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari dua hektare.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat penanganan kebakaran yang hingga kini masih berlangsung.
“Saya sudah mencoba terus-menerus komunikasi dengan BNPB, sambil minta laporan lapangan untuk penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin,” katanya.
Menurutnya, koordinasi dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila dibutuhkan dukungan tambahan dalam proses pemadaman.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Ruslan, mengungkapkan bahwa petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Titik api berada di atas gunungan sampah sehingga sulit dijangkau armada pemadam, ditambah keterbatasan pasokan air.
“Kami juga berkoordinasi dengan BNPB untuk penanganan kebakaran ini karena kami kesulitan memadamkan api. Titik api berada di atas tumpukan sampah dan kami juga kesulitan air,” ucapnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, mengatakan kebakaran diduga bermula dari titik api kecil di sisi barat TPA sebelum akhirnya membesar.
“Kalau ditotal mungkin bisa lebih dari dua hektare luasannya. Yang posisinya kebakaran itu dari titik api kecil di sebelah barat tadi pagi, kemudian ditangani oleh petugas internal kami,” ungkapnya.
Ujat menjelaskan cuaca panas dan angin kencang mempercepat rambatan api ke timbunan sampah sehingga menyulitkan proses pemadaman.
“Angin hembusannya cukup kencang, sehingga itu menyulitkan, berkejaran dengan petugas untuk proses pemadaman,” cetusnya.
Selain mengerahkan petugas di lapangan, DLHK juga telah berkoordinasi dengan Puskesmas Mauk dan Rajeg untuk mengantisipasi dampak asap terhadap petugas maupun warga yang berada di sekitar lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman dan pendinginan masih terus dilakukan. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, sementara petugas gabungan berupaya mencegah api meluas ke area lain di TPA Jatiwaringin.

