TNGNEWS.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang memastikan perbaikan sejumlah ruas jalan yang rusak belum bisa dilakukan secara serentak. Karena harus menunggu proses pengadaan dan jadwal pengerjaan meski kerusakannya telah lama dikeluhkan warga.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan hingga pertengahan Juli 2026, baru dua paket pekerjaan yang siap memasuki tahap konstruksi setelah proses lelang rampung, yakni Jalan M. Toha di Kecamatan Karawaci dan Jalan Iskandar Muda di Kecamatan Neglasari.
“Kita akan mulai bulan Juli ini, insyaallah. Pengadaannya memang dilakukan secara bertahap mengikuti proses jadwal yang ada. Untuk yang sudah keluar hasil lelang pengadaannya, itu di Jalan M. Toha Kecamatan Karawaci dan Jalan Iskandar Muda Kecamatan Neglasari,” ujar Taufik, Selasa (14/7/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa penanganan jalan rusak bergantung pada tahapan administrasi dan pengadaan.
Artinya, ruas jalan yang mengalami kerusakan belum tentu langsung diperbaiki meski telah lama menjadi keluhan masyarakat. Salah satunya Jalan Iskandar Muda yang sejak tahun lalu beberapa kali mengalami kerusakan.
Menurut Taufik, ruas tersebut sebelumnya hanya mendapat penanganan pemeliharaan karena pembangunan permanennya baru dianggarkan pada tahun ini.
“Kemarin itu curah hujan memang ekstrem, ditambah lagi beban kendaraan yang lewat. Ada ruas sepanjang 100 meteran yang sebenarnya sudah kita lakukan pemeliharaan dan perbaikan, tetapi kembali mengalami kerusakan,” kqtanya
“Secara struktur dan sistem drainase di sana memang belum memadai, dan itulah yang baru akan kita kerjakan secara permanen tahun ini,” imbuhnya.
Padahal, Wali Kota Tangerang sebelumnya meminta seluruh OPD bergerak cepat tanpa menunggu keluhan warga menjadi viral di media sosial, Taufik mengakui masih menerapkan sistem antrean berdasarkan hasil penilaian kondisi jalan dan kesiapan pekerjaan.
Bahkan kata dia, tidak menutup kemungkinan ada ruas jalan rusak yang belum masuk daftar penanganan karena belum terdata dalam penilaian lapangan.
“Kami punya tim yang terus menilai kondisi jalan. Programnya sudah ada, tapi pengerjaannya kan bertahap, tidak bisa serentak di seluruh kota dalam waktu bersamaan. Kalau ada masyarakat yang merasa wilayahnya belum ditangani, kemungkinan besar memang belum masuk jadwalnya atau luput dari penilaian kami. Karena itu, peran serta masyarakat dalam memberikan informasi sangat kami harapkan untuk membantu percepatan ini,” tandasnya.
