TNGNEWS.ID – Kawasan elit Metland Cyber di Pondok Bahar, Kota Tangerang, mendadak mencekam pada Rabu (12/8/2026) sore. Puluhan massa dari Forum Betawi Rempug (FBR) dan Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Masyarakat (Ampera) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran terkait dugaan skandal mafia tanah.
Massa menuding pihak pengembang properti raksasa tersebut telah menyerobot lahan milik ahli waris seluas 32 hektare. Lahan yang disengketakan itu kini bahkan sudah berdiri bangunan megah, termasuk Rumah Sakit Mandaya.
Aksi yang awalnya berjalan tertib berubah menjadi tegang. Kekecewaan massa memuncak setelah pihak manajemen Metland Cyber Puri menolak menemui para demonstran untuk berdialog.
Sebagai bentuk protes, massa nekat melakukan tindakan ekstrem, dengan memblokir akses jalan utama kawasan hingga memicu kemacetan parah.
Selain itu, masa aksi juga membakar ban bekas di tengah jalan sampai asap hitam membubung tinggi dan memanjat tugu landmark di bundaran kawasan untuk mengibarkan atribut mereka.
Koordinator Lapangan, Minarto, menyatakan aksi ini adalah langkah tegas membela hak anggotanya yang merupakan ahli waris sah.
Ia membeberkan adanya kejanggalan dokumen dalam kepemilikan lahan tersebut yang juga diduga telah dimiliki pengembangan.
“Ahli waris memegang girik asli tahun 1980 dari pembebasan lahan Kiai Abdul Rahman. Anehnya, pihak pengembang mengklaim punya girik tahun 1990,” ungkap Minarto.
Minarto menegaskan, meski Metland saat ini memegang sertifikat, status hukumnya tetap bisa digugat.
Ia merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2024, di mana sertifikat tanah bisa dibatalkan jika terbukti cacat administrasi atau ada sengketa awal.
“Kami menuntut transparansi. Buka data peta bidang, letter C, dan gambar ukurnya. Dua kali mediasi selalu buntu karena suara kami diduga tidak sampai ke jajaran direksi,” tambahnya.
Massa mengancam akan mengepung kawasan Metland dengan jumlah pasukan yang jauh lebih besar jika direksi perusahaan tetap bungkam dan tidak menemui ahli waris dalam waktu dekat.
“Ketika tidak ada titik temu kita akan melanjutkan aksi-aksi berikutnya,” pungkasnya.
Dept of Head Metland Cyber Puri, Anton K Mendrofa enggan berkomentar banyak saat dihubungi melalui pesan singkat. “Saya sedang di luar kota, jauh di Majalengka. Jadi saya tidak tahu ada kegiatan apa di lokasi,” singkat Anton via WhatsApp.

