TNGNEWS.ID – Tumpukan kardus di area PT Panca Paper, Jalan Sanggego Raya No. 8, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, terbakar pada Selasa (18/8/2026) siang. Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp100 juta.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 13.13 WIB. Tim pemadam kemudian langsung dikerahkan menuju lokasi.
“Kami menerima laporan pukul 13.13 yang segera direspons oleh Mako meluncur ke lokasi Jaya 65 di PT Panca Paper dan tiba di lokasi pukul 13.25,” kata Andia.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati api membakar tumpukan kardus. Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 18.30 WIB karena material yang terbakar cukup banyak dan membutuhkan penanganan lebih lama.
Andia menjelaskan, petugas sempat menggunakan sumber air dari sungai yang berada di depan lokasi.
Namun, kondisi lalu lintas yang mulai padat membuat posisi selang harus dipindahkan agar proses pemadaman tetap berjalan.
“Setelah melakukan penelusuran bahwa kebakaran terjadi pada bagian tumpukan-tumpukan kardus, dan proses pemadaman berlangsung lama karena terkait dengan bahan yang terbakar dan sumber air yang semula kita ambil dari sungai di depan, kita terpaksa pindahkan selang karena jalur menjadi macet di jam pulang kerja,” ujarnya, Selasa (18/8/26).
Berdasarkan laporan awal, kebakaran diduga dipicu cuaca panas. Sebelum petugas pemadam tiba, warga melihat kepulan asap dari area pabrik dan melaporkannya kepada petugas keamanan.
Satpam kemudian menghubungi tim K3 perusahaan yang berupaya melakukan pemadaman menggunakan hidran. Karena kewalahan menangani api, pihak perusahaan akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Dalam penanganan tersebut, BPBD mengerahkan sejumlah unit pemadam dari Mako, Firedom Priuk dan Tangki Blendung dengan total personel yang terlibat sebanyak 21 orang. Polisi, Babinsa, dan Binamas turut berada di lokasi.
“Tidak ada korban dalam kejadian ini, namun kerugian material ditaksir Rp100 juta,” kata Andia.
